Breaking

Kembali ke Asal, Dengan Tampil Berbeda

Cover Story / August 8, 2015

“upaya menjangkau pasar yang lebih luas membuat brand ini harus tampil lebih terbuka”

 

Warna hijau tosca membuat botol baru Pristine terlihat berbeda dari kebanyakan produk sejenis yang memilih warna biru. Tapi yang menjadi pembeda bukan hanya itu. Kalau umumnya botol air minum yang kini banyak beredar berkapasitas 330 ml, Pristine tampil dengan botol plastik berukuran 400 ml yang lebih nyaman saat digenggam, khususnya untuk ukuran telapak tangan konsumen wanita. Selain itu, bentuknya yang tampak langsing dianggap lebih memungkinkan di masukan ke dalam tas. Jika melihat volumenya, air sebanyak itu bisa lebih mudah dihabiskan oleh pemiliknya, sehingga memperkecil potensi air tersimpan dan terbawa lebih lama dalam botol, atau bahkan terbuang.

PT Super Wahana Tehno yang menaungi brand ini, sejak awal tahun melakukan ekspansi sekaligus sinergi distribusi dengan menggandeng saudara tua mereka, unit usaha di lingkup PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk yang selama ini bertugas melakukan penjualan dan distribusi, sembari mengkaji kemungkinan untuk melakukan pembaruan kemasan. “Kami menilai desain kemasan yang lama masih memiliki banyak kemiripan dengan produk sejenis lain yang sudah ada, baik dari sisi bentuk maupun warna,” kata Chief Commercial Officer PT Sinarmas Cakrawala Persada, Gabriel Montadaro. Pembaruan juga tampak dalam label yang menjelaskan bahwasanya air di dalam botol tersebut memiliki pH 8+, yang menjadi keistimewaan Pristine selama ini. “Dimana dalam setiap botol, konsumen tidak hanya memperoleh seluruh manfaat yang disediakakan, tapi juga mendapatkan penjelasan yang memadai mengenai manfaat tersebut,” terangnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk kembali mengingatkan publik serta pasar: dengan nilai tambah yang dimiliki, Pristine menyasar kalangan kelas menengah, “Mereka umumnya minum bukan sekadar untuk menghilangkan rasa hausnya, tapi juga buat memelihara kesehatan tubuh. Ini sejalan dengan visi awal ketika Sinar Mas memperkenalkan Pristine: memiliki lini produk yang membantu penggunanya menjadi lebih sehat, dengan harga terjangkau,” ujar pria yang akrab disapa Gabe ini. Kemasan baru Pristine resmi diperkenalkan pada tanggal 27 Mei dalam sebuah acara di La Moda Café, Kelapa Gading, Jakarta Utara setelah sebelumnya sempat menjadi minuman resmi kampanye Ayo Sehat Indonesiaku! dari sebuah perusahaan asuransi yang tercatat menjadi kegiatan yoga terbesar di Indonesia karena melibatkan hingga 4.000 peserta di empat kota di bulan April.

Mengingatkan kembali kelebihan yang ada di dalamnya lewat tampilan anyar, sebagai upaya menjangkau pasar yang lebih luas membuat brand ini harus tampil lebih terbuka. Otomatis kebijakan promosi yang dilakukan juga memakai pendekatan baru. Supaya lebih sering terlihat, Pristine segera merambah televisi. “Iklan yang ditayangkan menampilkan citra sebuah produk berteknologi dari Jepang, tapi dikembangkan di Indonesia,” kata Category Manager PT Sinarmas Cakrawala Persada, Ivana Tanurahadja. Simbolisasi teknologi Jepang di visualisasikan melalui kehadiran aktris Ayaka Komatsu sebagai bintang iklan. Unit yang mengelola media sosial juga menyusul dibentuk agar perusahaan bisa berinteraksi dan menjaring umpan balik dari masyarakat.

 

Miss Indonesia 2014, Elvira Devinamira dan para model yang tinggi dan langsing bersanding dengan botol baru Pristine yang juga tinggi dan langsing.

 

Saat pasar coba diperluas, sudah barang tentu kapasitas produksi juga harus ditingkatkan, ini dilakukan dengan bersiap mengoperasikan pabrik baru di Pandaan, Jawa Timur. Setelah beredar sekian lama, peningkatan skala produksi Pristine tampak dilakukan secara perlahan. Sebabnya, proses produksi Pristine mensyaratkan bahan baku yang berasal dari mata air mengalir, tanpa adanya rekayasa teknologi, dengan sangat memperhatikan aspek kualitas serta debit sumber air. “Air yang keluar terlebih dulu dikumpulkan dalam bak penampungan. Tidak ada perubahan tata letak dan bentuk sumber airnya,” ucap Gabe.

Masyarakat kelas menengah yang jumlah (dan pastinya potensinya juga) sangat besar hingga mencapai sekitar 60 persen dari total penduduk Indonesia, kesadaran hidup sehat yang semakin baik, berikut kegandrungan kalangan muda akan hal-hal yang berbau Jepang, tampaknya terbaca dengan baik oleh perusahaan.

 

Chief Commercial Officer PT Sinarmas Cakrawala Persada, Gabriel Montadaro. Pristine menyasar kalangan kelas menengah yang minum bukan sekadar untuk menghilangkan rasa hausnya, tapi juga untuk memelihara kesehatan tubuh.

  Pristine akan tampil bersama Ayaka Komatsu dalam iklan di televisi nasional.

 

 

 










0 Comment


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *