Breaking

Duta Sinar Mas: Lebih dari Sekadar Duta Instagram

Breaking News / Sekitar Kita / November 30, 2020

Meskipun menyatakannya secara terpisah, para Duta Sinar Mas rupanya punya kesepahaman akan perannya. Baik sosok termuda, Regina Haliem, Relationship Manager, Accident and Health Division, Asuransi Sinar Mas, maupun yang paling berpengalaman, Yunita Elyawati, Department Head Bancassurance, Asuransi Sinar Mas Jiwa, meski bertaut usia hingga 19 tahun, mereka punya tujuan serupa. “Setelah sepuluh tahun di Sinar Mas, meniti karir dari bawah, rasanya ingin memberikan kontribusi berbeda. Senang banget saat tahu usia bukan prasyarat, karena sempat pesimistis saat mengetahui semua nominee duta berusia jauh lebih muda,” ujar Yunita.

 

  

 

“Ini caranya agar pekerjaan di kantor ‘gak terasa monoton. Ada alasan untuk setiap hari datang dengan lebih bersemangat,” kata Regina setelah membaca ajakan berpartisipasi dari surat elektronik yang diterimanya saat itu. Ia menyebut jika setiap karyawan adalah duta bagi perusahaan yang menaunginya, tanpa harus menjadi seorang Duta Sinar Mas terlebih dulu. “Mesti memberikan dampak positif yang lebih besar di lingkungan kerja lewat sikap dan perkataan, sekaligus menunjukkannya ke luar.” Sementara Yunita meyakini, “Diri kita mencerminkan perusahaan kita, merepresentasikan di mana kita bekerja.”

Sedangkan Miftakhusani asal Project Management Office, Sinar Mas Agribusiness & Food mengaku terpikat karena berkesempatan mendapatkan ragam pelatihan. Ia merasa kehadiran pertanyaan kritis tentang tempatnya bekerja butuh respon yang jitu, tanpa menimbulkan perdebatan. “Banyak juga yang kritis, bertanya kenapa bekerja di perusahaan perkebunan sawit yang sukanya membakar hutan. Ya, saya jelaskan jika perusahaan punya program sustainability, seperti sistem integrated fire management. Memberikan mereka gambaran yang positif.” Bahkan dalam sebuah kesempatan, pertanyaan serupa datang dari aktris sekaligus model sohor Pevita Pearce. Situasi macam ini membuatnya – selain girang – tak saja harus lebih dalam mempelajari pilar tempatnya bekerja, namun juga pilar bisnis Sinar Mas lainnya.

 

 

Tidak semua pengikut ingin tahu seputar keberlanjutan maupun lingkungan, karena banyak juga yang menanyakan tentang produk serta jasa. Kalau pertanyaan mengenai apa yang ada di pilar bisnis lain, keberadaan sesama duta adalah sumber informasi andalan. Ni Kadek Uchi Laksmi, Account Receivable Controller Eka Hospital mengatakan, setelah rekan dan follower-nya mengetahui bahwasanya Eka Hospital adalah bagian dari Sinar Mas, ia banyak bertemu pertanyaan lintas pilar. “Ada yang bertanya, mulai dari produk asuransi, sampai ke bunga deposito, membuat kami sering saling bertukar informasi sesama duta,” kata Uchi. Situasi macam ini mendorong duta untuk mencari tahu tentang Sinar Mas lebih luas lagi, seperti pengakuan Esra Ayu Daneswari dari Internal Audit Division Asuransi Sinar Mas. “Pertanyaan mereka mendorong saya mempelajari hal-hal baru yang belum saya ketahui.”

Seperti ide yang mengawalinya, Duta Sinar Mas memang tak hanya bermain di luaran, demikian Enrikohansen Sihotang, Payment & Transaction Division, Bank Sinarmas yang coba menjadi duta dengan niatan berkontribusi lebih ke perusahaan. “Karena tidak semua di internal kami mengetahui keberadaan pilar bisnis lain yang dinaungi Sinar Mas, sehingga kami coba memperkenalkan juga hal ini di kantor.” Bagi yang kesehariannya harus memengaruhi orang di sekitarnya seperti Siska Yulia Piliang, menjadi duta adalah momentum melakukan ‘indoktrinasi’ lebih kuat lagi sesuai tugasnya di Culture and Employee Engagement APP Sinar Mas. “Jika sebelumnya meng-influence di areal kerja, sejak menjadi Duta Sinar Mas, scope-nya jadi lebih besar lagi. Ilmu yang saya dapatkan sebagai duta, linear dengan pekerjaan saya sekarang,” katanya bersemangat.

 

 

Semakin populer adalah konsekuensi lain para duta. Seperti halnya Siska yang mengaku kini unggahannya kerap dinantikan oleh rekan kerjanya. “Di mill, teman-teman sampai menanyakan apa posting minggu ini.” Kerja sama lintas unit juga diakuinya lebih mudah setelah makin banyak orang mengetahui dirinya adalah Duta Sinar Mas. Sementara Uchi yang IG-nya punya lebih dari 9.000 pengikut alias yang tertinggi di antara sesama Duta Sinar Mas sembari merendah mengatakan setelah menjadi duta, follower-nya bertambah. “Gak terlalu banyak banget, tapi lumayan naik.”

‘Berjuang’ memanfaatkan IG sebagai wahana, membuat Duta Sinar Mas mesti menggarap unggahan lebih kreatif. Yunita selain mesti menyisihkan waktu di akhir pekan, juga kerap menanti rekan-rekan mudanya tampil lebih dulu dengan konten mereka, sebagai pembanding, sebelum dirinya beraksi. “Yang out of the box, kemudian membuat engagement lebih baik dengan follower. Karena kami sering tidak dapat memperkirakan lebih dulu apa tema yang diangkat, kemudian seperti apa engagement yang akan berlangsung dengan follower,” demikian Regina. Selain memacu kreativitas, jiwa kompetitif dapat makin terasah di sini, seperti pengakuan Siska. “Setelah menerima briefing, saya tidak ingin membuat konten serupa dengan yang lain. Saya bikin sebeda mungkin dengan teman-teman duta yang lain.”

 


Seandainya pandemi tak mendera, mereka siap untuk berperan lebih dari sekadar duta Instagram semata. “Inginnya dapat lebih berdampak, melakukan lebih dari yang sekarang. Seperti melibatkan kami dalam banyak kegiatan offline,” Enriko berharap. Senada, Siska bahkan berangan jika aktivitas mereka nantinya dapat berlangsung ala Putri Indonesia. “Sekalian ada kunjungan, kampanye sosial secara berkala.”

 

Bagian ke dua dari dua tulisan

 

Penulis: Jaka Anindita

Kontributor: Caecario Vito, Adhi Gilang Julianto, Ingrid Pangalila, Yulrandro Dave

Desain grafis dan foto: Dede I Fitriana, Sidhi Pintaka, Noveradika

 




Jaka Anindita
Jaka Anindita
Pemimpin Redaksi





You might also like



0 Comment


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *